19 Desember, 2016

Lebar Lahan Kurang dari 6.00 m

Bahkan dengan lebar lahan kurang dari 6.00 m, sebetulnya bisa saja kita buat bukaan jendela ke kanan atau ke kiri. Hal ini misalnya karena panjang lahan yang cukup panjang, hingga bukaan pintu dan jendela di bagian muka dan belakang tidak mencukupi cahaya atau udara untuk bagian tengah. 


Saya akan coba membuat gambar denahnya untuk lahan berukuran 5.50 m x 18.00 m atau 5.50 m x 20.00 m.  






Wah, bila kita cukup pakai dua kamar di Lantai 1, maka kamar-kamar di Lantai 2 bisa dibuat terima indekos lho. 

Lalu ditingkatkan lagi ke Lantai 3 bisa untuk jemuran dan lain lain. Hanya tangga untuk ke lantai 3 sebaiknya dibuat di belakang saja, seperti postingan saya terdahulu agar lebih leluasa. 

Mau? 



18 Desember, 2016

Bila Lebar Lahan Hanya 6.00 m

Bila lebar lahan hanya 6.00 m tetapi Anda ingin bisa ada bukaan jendela ke sisi kanan atau kiri, nah inilah gambar denahnya. Eh, gambar denah ini bisa saja dirobah sana robah sini demi menyesuaikan keinginan Anda. Saya sekarang membuatnya kan hanya atas dasar perkiraan saya sendiri. Maka saya butuh masukan dari Anda-Anda semua, apa yang Anda kehendaki, saya akan coba menggambarkannya.


Inilah lahan dengan lebar 6.00m tetapi ada bukaan jendela ke salah satu sisi.  
Untuk menambah tempat cuci pakaian dan tempat jemurnya, bisa Anda buat seperti posting saya terdahulu, yaitu menambah satu lantai lagi berupa dak beton sebagai lantai 3. 

Ada usulan? Silahkan....

Bila Lebar Lahan 6.50 m

Bila lebar lahan 6.50 maka kita bisa buka jendela ke salah satu sisi, kanan atau kiri. Seperti apa yang saya katakan kepada kawan saya, lebar lahan yang dimilikinya adalah 7.00 m, maka bisa dibuat jendela ke kedua sisi.

Dibawah ini saya coba membuat gambar denah dengan lebar lahan 6.50 m, coba lihat Anda suka atau tidak. 


Sama dengan postingan sebelumnya dan juga yang lainnya, bila kekurangan ruangan misalnya untuk tempat jemuran atau yang lainnya, bisa saja kita buat satu tingkat lagi, baik seluruh lebar bangunan ataupun hanya sebagian kecil saja sesuai kebutuhan, demi untuk mengurangi biaya pembangunannya. Tangga untuk ke lantai 3 sebaiknya dibuat dari ruang duduk agar bagian depannya bebas, mau diberi atap atau mau dibuat dak beton yang menerus dari belakang. Ada saran atau pertanyaan? Silahkan.  



17 Desember, 2016

Cahaya dari Kanan atau Kiri atau Kanan Kiri

Seorang kawan menanyakan, bisa tidak dibuatkan denah rumah kecil dengan jendela di kanan atau dikiri? Saya jawab, kalau lebar lahan Anda 6.50 m bisa dibuat jendela di kiri atau dikanan sesuai kehendak Anda. Dia bilang lebar lahan saya 7.00 m tetapi panjang hanya 14.00 m, bisa tidak tolong buatkan denahnya?

Nah dibawah ini saya coba buatkan denahnya sesuai lebar lahan yang dimilikinya. Mudah-mudahan dia suka, atau bila ada yang dia tidak suka, bisa saja saya koreksi sesuai kehendaknya.  





 Sebetulnya ada kekurangan yaitu belum ada tempat jemur pakaian. Untuk itu saya usulkan membuat dak beton diatas kamar tidur lantai-2 dengan tangga naik dari ruang duduk lantai-2.  Ada usulan ?  

Memang yang saya buat dak beton hanya sebagian cukup untuk tempat cuci dan jemuran, sedang bagian depannya dibuat atap genteng atau lainnya. Padahal beda biaya tidak terlalu besar bila bagian depan juga dibuat dak beton untuk keperluan Anda yang lainnya, Jangan lupa pada dak beton tersebut harus dilapis dengan water proofing yang bagus agar tidak bocor. 

Sekian tambahan saya, yang bisa juga diterapkan di desain denah yang lainnya.




          


06 Desember, 2016

Ukuran Tanah Kapling Perumahan Jaman Dulu.


Sekitar tahun 1986 saya dapat tugas pegang proyek di Gresik. Tahun 1987 pindah tugas ke Proyek Perumahan di Surabaya, dan saya harus pindah tinggal bersama keluarga di Surabaya, tidak lagi mondar mandir Surabaya – Jakarta. 

Nah, sewaktu saya masih di Jakarta saya mencicil tanah kapling di Perumahan di Jakarta Barat. Ukurannya yang luar biasa, untuk yang sedang saja berukuran 12.00 m X 24.00 m. Saya berencana membangun rumah setelah tanahnya lunas. Bangunan yang saya rencanakan tidaklah bertingkat, karena satu lantai saja sudah cukup untuk saya sekeluarga. Gambar desain denahnya saya muat dibawah ini. Memang tidak bagus-bagus betul, tapi sudah cukup dapat cahaya dan udara dari jendela kanan kiri. Karena sudah ada jendela di kanan kiri maka bagian belakang saya habiskan tidak perlu ada bukaan lagi. Sesuai Hong Shui katanya… Ha…ha…ha… 

 




Eh, ada lagi nih versi lain dari gambar diatas untuk di-lihat2. Mudah-mudahan bisa untuk referensi Anda-Anda sekalian.






Tahun 1994 saya mendapat tugas di Jakarta lagi, sedang di Jakarta saya sudah tidak punya rumah. Yah, terpaksa kontrak dulu lah untuk 1 atau 2 tahun. Begitulah tahun 1996 saya beli tanah di daerah Kebon Jeruk. Hampir semua tanah yang ada di daerah perumahan, mempunyai ukuran besar-besar. Demikian juga tanah yang saya suka ternyata ukurannya 12.00 m X 21.00 m. Saya lalu negosiasi dengan pemiliknya agar boleh beli setengahnya saja, yaitu 6.00 X 21.00. Jadilah saya beli dan kemudian saya bangun, jadilah rumah yang saya tinggali sekarang ini.


Nah saya cerita waktu saya kontrak rumah yang letaknya di hook, hanya ada dua kamar tidur, terpaksa saya buat satu kamar tambahan dengan dinding dari plywood, agar bila perlu bila kontrak selesai bisa saya bongkar lagi untuk kembalikan keadaan semula. Berikut ini saya buatkan gambar denah rumah sudut yang saya kontrak 2 tahun itu, untuk Anda-Anda sekalian lihat-lihat.



Sekian dulu ah, mudah-mudahan bisa membantu Anda-Anda sekalian informasi untuk yang akan membangun rumah.  








03 Desember, 2016

Pintu dan Jendela Sebuah Rumah


Dalam postingan saya sebelum ini, sudah beberapa kali saya singgung perlunya pintu dan jendela untuk cahaya dan udara masuk kerumah yang kita bangun. Tetapi belum saya uraikan ukuran pintu maupun jemdela yang saya maksudkan itu.

Nah, sekarang akan saya uraikan ukuran pintu-pintu dan jendela-jendela tersebut secara ringkas. Yang terutama tentunya pintu dan jendela pada bagian depan dan bagian belakang rumah, sedang pintu dan jendela dibagian tengah dibuat ala kadarnya mengikuti ukuran-ukuran yang ditentukan untuk yang bagian depan dan belakang.


Saya buatkan gambar sekets pintu dan jendela yang saya maksudkan tersebut dibawah ini, mudah-mudahan bisa untuk referensi Anda-Anda yang akan membangun rumah sendiri. 



Yah, itu kan gambar kusen pintu jendela secara sederhana. Disitu nampak adanya jendela kecil atau anak jendela diatas jendela utama dan pintu, jendela kecil itu ada engselnya dan bisa dibuka ditutup sesuai kebutuhan. Maksudnya sebetulnya untuk menambah udara atau angin masuk, tetapi kenyataannya tidak berfungsi seperti yang diharapkan, jadinya tidak pernah dibuka ditutup lagi, tetapi ditutup terus. Jadi jendela kecil itu lebih baik diganti dengan kaca mati saja untuk menambah cahaya masuk dan itu memang bisa menolong.

Dan yang terpenting disini yang saya mau sampaikan adalah ketinggian pintu jendela tersebut memang saya buat agak tinggi, yaitu 2.70 m untuk cahaya. Lalu berbarengan dengan maksud tersebut, saya buat ketinggian bagian bawah listplak adalah lebih kurang 10 cm lebih tinggi dari kusen pintu jendela depan dan belakang. Coba lihat skets yang saya buat dibawah ini.








Bangunan pada lahan sempit tapi cukup panjang


Pada lahan sempit tapi cukup panjang, kita dapat membangunnya dengan memotongnya menjadi dua hingga tercipta halaman kosong di tengah-tengahnya. Pada lahan seperti ini jelas kita tidak bisa membuka jendela kesamping baik kekanan maupun kekiri. Jadi halaman kosong itulah yang kita buat sebagai tempat masuknya cahaya dan udara kedalam bangunan yang kita bangun itu.

Bila panjang-nya betul-betul mencukupi, maka kita bisa buat lagi lahan terbuka di paling belakang disamping lahan terbuka ditengah itu. Tapi bila panjangnya tidak mencukupi, maka bangunan di belakang tidak perlu dibuat bukaan lagi.

Saya coba menggambarkan kondisi bangunan tersebut di bawah ini. Mudah-mudahan Anda memahaminya apa yang saya maksudkan.



Saya buat yang cukup panjangnya dulu ya.. 

Pada lantai 1 dari bagian depan ke bagian belakang, cukup dibuatkan jalan setapak sebagai jalan penghubung.

Tetapi di lantai 2 kita harus membuat semacam jembatan untuk bisa menyeberang dari bagian depan ke bagian belakang. 

Yang saya paparkan disini hanya berupa garis besarnya saja. Bila kemudian ada yang berminat, saya bisa bantu melengkapinya, atau akan dilengkapi sendiri. Silahkan.

01 Desember, 2016

Rumah Kecil Sederhana

Apa sih yang dimaksud dengan Rumah Kecil Sederhana? Hal ini perlu jelas bahwa yang saya maksud adalah rumah-rumah kecil dan sederhana yang resmi ada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) nya. Dengan demikian rumah-rumah tersebut tentunya berdiri secara resmi diatas tanah yang resmi. Jadi rumah-rumah dibawah jembatan, dipinggir rel kereta ataupun dibantaran sungai, tidak termasuk dalam kategori ini. Nah, saya singgung sedikit ya, bahwa bangunan-bangunan tidak resmi tersebut memang ada yang sangat sederhana sekali, tapi ada juga yang cukup mewah.
Jadi Rumah Kecil Sederhana yang saya maksud misalnya rumah-rumah di Perumahan Sutorejo Indah di Surabaya Timur. Saya pernah memiliki dan tinggal di rumah kecil sederhana tersebut. Kebetulah rumah tersebut terrletak paling pinggir, dan ternyata ada kelebihan tanah ditepi luarnya selebar lebih kurang 6.00 meter. Setelah saya resmikan bahwa pembelian rumah saya itu sudah termasuk kelebihan tanah tersebut, maka saya bangun kamar tidur tambahan di tanah lebih tersebut, hingga kebutuhan tinggal saya sekelaurga terpenuhi dengan baik.
Rencana bangunan semula atau yang disebelah kiri rumah saya kesemuanya sama, itulah yang akan saya pakai sebagai contoh dan patokan Rumah Kecil Sederhana. Itu adalah rencana semula dimana harga tanah masih rendah.
Keadaan sekarang sudah sangat berbeda, dimana harga tanah tiap tahun meningkat terus, apa lagi di kota besar terutama Jakarta. Hingga rencana Rumah Kecil Sederhana mau tidak mau harus mengikuti perubahan tersebut. Lalu caranya bagaimana? Yah, seperti yang Anda Anda lihat sendiri, karena harga tanah mahal, maka pemakaiannya dibuat sekecil mungkin, kebutuhan ruangan terpaksa dinaikkan ke atas, bangunan dibuat tingkat. Tiga puluhan tahun yang lalu harga tanah di Surabaya masih sangat rendah, saya masih ingat itu waktu harga tanah di sebuah real estate di Surabaya hanya sekitar puluhan ribu rupah saja. Hingga kita merencanakan bangunan disitu dengan luas tanah yang memadai, untuk bangunan sedang saja direncanakan luas tanahnya sekitar 200 m2. Dengan bangunan sederhana terdiri dari 3 kamar tidur dan didepan dan belakang ada taman kecil. 
Eh, ngelantur kemana lagi neh? Kita lanjutkan bincang-bincang mengenai rumah kecil sederhana ya. Yang saya pakai sebagai contoh adalah rumah di Perumahan Sutorejo di Surabaya, yang gambarnya saya muat dibawah ini.         




         

28 November, 2016

Syarat Rumah Sederhana Tapi Nyaman Ditinggali

Saya membuat definisi sendiri mengenai rumah sederhana yang nyaman ditinggali, entah Anda setuju atau tidak.

Saya membuat definisi ini berdasarkan pengalaman melihat, menempati dan membangun rumah sendiri.

Menurut saya entah itu rumah sederhana atapun rumah besar dan mewah haruslah memenuhi persyaratan yang saya buat. Jangan karena rumah sederhana dan kecil lalu tidak perlu lagi memenuhi syarat-syarat ini. Lalu lebih mementingkan keindahan saja.

Rumah adalah satu kebutuhan pokok manusia hidup. Entah itu rumah sendiri ataupun rumah kontrak atau sewa, tiap orang memerlukannya sebagai tempat huniannya. Beberapa orang berani melanggar peraturan yang dibuat pemerintah guna mendapatkan tempat untuk huniannya, entah itu dibawah jembatan ataupun dipinggir jalur rel kerata, seperti yang Anda lihat belakangan ini mereka semua diusir oleh petugas pemerintah, karena sudah menyalahi aturan yang ada.

Eh, jadi ngelantur ya. Kita kembali kepokok pembicaraan mengenai Syarat Rumah Sederhana ya. Kita coba saja lihat dan tinjau rumah sederhana, tentu termasuk rumah besar nan mewah, yang sedang dipasarkan. Bila Anda misalnya bermaksud membelinya, pasti Anda akan melihat dan meninjaunya luar dalam ya. Nah, setelah Anda meninjau bagian luarnya, mungkin Anda dan sebagian besar orang lain, akan mengatakan bahwa tampak luarnya cantik dan elok. Terus apa komentar Anda setelah meninjau bagian dalamnya. Nah, inilah yang lebih penting dari pada cantik bagian luarnya saja. Apa itu? Enak ditinggali. Apa sih yang membuat sebuah rumah enak ditempati? Ini penting sekali, sebab setelah Anda membeli rumah tersebut, tentunya kemudian akan Anda tempati. Sekarang coba Anda bayangkan, waktu Anda meninjau rumah tersebut, tentu pada siang hari ya, oleh pemilik rumah ataupun oleh perantara akan membukakan pintu untuk Anda masuk, lalu dia menyalakan lampu yang ada diruangan tersebut. Apa maksudnya itu? Itu artinya bila lampu tidak dinyalakan, ruangan itu akan terasa gelap meskipun pada siang hari. Hal itu biasanya dikarenakan pengaturan ruangannya yang tidak memiliki cukup jendala agar cahaya luar bisa masuk menerangi ruangan tersebut. Perlu saya jelaskan disini bahwa yang ditinjau adalah sebuah rumah yang posisinya ada diantara rumah kanan dan rumah kiri yang tidak memungkinkan lagi membuat jendela kesamping kanan maupun kesamping kiri. Hanya mengandalkan pintu dan jendela bagian muka tidaklah cukup. Mau tidak mau harus dibantu dengan lampu. Kebetulan sekali saya juga ikut meninjau rumah baru tersebut hingga saya juga merasakan gelap bila lampu tidak dinyalakan, dan juga pengap tidak ada aliran udara. Jadi, bila dua hal tersebut bisa diatasi, rumah tersebut pasti menjadi enak ditempati.

Sekarang saya akan coba memberi solusi untuk dua hal tersebut. Untuk itu kita bisa melihat pada rumah yang saya tempati yang saya rencanakan dan bangun sendiri. Usahakan depan dan belakang ada jendela dan pintu yang bisa untuk cahaya maupun udara masuk. Lebar tanah saya adalah 6.00 m dan panjang memang lumayan panjang, ada 21.00 m. Untuk itu saya buat kebun mini dan car-port dibagian depan, dan belakang juga ada kebun mini. Jarak pintu depan ke pintu belakang adalah lk. 12.00m  

Nah, itulah yang saya maksudkan sebagai syarat agar rumah menjadi enak ditinggali. Tentunya masih ada hal-hal kecil lain yang bisa manambah masuknya cahaya dan udara kedalam rumah dengan lebih leluasa. Diantaranya adalah tinggi pintu dan jendela harus cukup, dengan lisplank depan dan belakang juga dibuat mengikuti ketinggian-ketinggian tersebut.

Dalam melakukan pilihan tanah dimana rumah tersebut akan dibangun, jangan lupa melihat ketinggiannya agar waktu hujan tidak menjadi korban banjir. Hal ini memang tidak mudah. Saya sendiri melakukan pilihan lokasi makan waktu dua tahun, dan waktu membangunnya juga sudah saya naikkan tinggi lantai dasar bangunan sebanyak 80 cm dari ketinggian jalan didepan rumah. Beberapa tahun awal saya tinggal dirumah tersebut kondisinya aman tidak ada banjir. Tetapi beberapa tahun terakhir, bila hujan maka jalan depan rumah menjadi sunyai dengan kedalamam 30 – 40 cm. Untung ketinggian lantai rumah dulu saya bangun cukup tinggi hingga banjir tidak sampai masuk rumah. Tetapi beberapa tetangga yang berupa bangunan lama dengan lantai rumah rendah, tidak ampun lagi banjir masuk rumah. Belakangan waktu rumah-rumah tersebut di renovasi atau dibangun baru, mereka rata-rata membuat ketinggian lantai menjadi 1.00 meter diatas permukaan jalan bahkan lebih. Sekarang jalan depan rumah sudah ditinggikan lagi dengan cor beton setebal 25 cm hingga aman dari banjir. Ini merupakan pelajaran berharga bila cari tanah ataupun cari rumah.



Saya akan coba berikan sedikit gambar denah bangunan rumah seperti yang saya tinggal sekarang. Mudah-mudahan Anda memahaminya. 


27 November, 2016

Desain Rumah Pada Lahan Berukuran Minim.

Untuk bangunan rumah pada lahan yang betul-betul minim, maka salah satu jalan keluar adalah dibuat tingkat lebih dari dua, bisa tiga bisa empat, tergantung berapa kamar yang diperlukan. Ruang tamu, dapur, ruang makan sebaiknya dibuat di lantai satu – lantai dasar. Bila memungkinkan bisa juga dibuat 1 km/wc di lantai dasar ini. Garasi jelas tidak mungkin, maka dibuat saja carport lalu diberi awning. Sedang pada bagian depan bangunan dibuat mundur 1.50 m hingga 2.00 m agar cukup untuk parkir mobil, ini diumpamakan GSB-nya 3.00 m.

Lokasi yang ada memang betul-betul minim, tetapi letak lokasinya sangat prima, hingga tidak akan Anda peroleh di-lokasi lain. Sedangkan harga tanah, seperti sudah Anda-Anda ketahui semuanya, sekarang ini sudah sangat mahal. Didaerah yang Anda taksir itu harga tanah bisa berkisar Rp. 20 juta per meter perseginya, sedangkan harga bangunan sekarang baru berkisar Rp. 5 juta per meter perseginya. Jadi, menambah tingkat keatas untuk kamar-kamar yang diperlukan akan lebih ringan biayanya. Memang, mungkin untuk IMB-nya, Anda harus mengeluarkan sedikit ekstra bila melampaui 3 lantai.


Ada orang yang memiliki rumah tua diatas lahan 9.00 m X 14.00 m. Dia nekad membagi tanahnya menjadi  2 X 4.50 m X 14.00 m, lalu membangun rumah tinggal masing-masing 3 lantai diatasnya. Setelah selesai, maka 1 unit rumah tersebut dia tinggali sendiri, sedang 1 unit dia jual dengan harga cukup baik karena lokasi daerah itu memang baik dan tidak banjir. Ternyata orang nekad ini pandai dan berani. Saya kalau mendapat kesempatan seperti itu, juga harus berani beli rumah tua seperti itu, untuk kemudian membangunnya dan menjualnya. Soal uang, bisa saja kita pinjam bank. Betul tidak? 

Saya kira keadaan harga tanah dikota-kota besar lainnya di Indonesia juga hampir menyerupai Jakarta juga. Di Jakarta sendiri sekarang keadaan demikian sudah hampir merata, bahkan dibeberapa daerah tertentu harganya sudah melambung demikian tingginya. Seperti misalnya yang saya tahu didaerah Karet Kuningan saja harga tanah sudah ada yang mencapai Rp.30 juta per meter perseginya. Sedangkan didaerah saya tinggal memang sejak semula agak kurang bagus perkembangannya, hingga harga tanahpun masih agak rendah, yah begitulah lebih kurangnya sekitar Rp.10 juta tiap meter perseginya.


Karena harga tanah yang melambung demikian tingginya, desain sebuah rumah betul-betul sangat penting dan harus ditangani secara lebih serious. Dalam hal ini yang bisa saya bantu hanyalah desain atau rencana denahnya saja, sedang untuk desain arsitekturnya silahkan Anda Anda menghubungi arsitek kenalan yang bisa membantu Anda. 


Yah, demikianlah hidup di Jakarta. Dibawah ini saya akan coba buatkan gambar denah bangunan pada lahan minim dan dibangun 3 lantai atau lebih. Mudah-mudahan bisa untuk referensi Anda-Anda semua.

   








26 November, 2016

Rumah Kecil Nan Sederhana

Dikota besar seperti Jakarta sekarang ini harga tanah sudah melambung sangat tinggi. Di daerah Karet Kuningan harga tanah sudah berkisar Rp.10 juta hingga Rp.20 juta per m2-nya, sedang di daerah saya tinggal, Duri Kepa belakang BCA Greenville sesuai PBB sekarang adalah sekitar Rp.5 juta per m2. Hingga untuk tanah seluas 120 m2 saja harganya sudah sekitar Rp. 600 juta atau setengah milyar hingga 1 milyar jebih. Kalau Anda ingin punya rumah membangun sendiri di Jakarta ini, untuk daerah seperti yang saya contohkan diatas, maka Anda perlu sedia uang sebanyak Rp. 1 milyar hingga Rp. 2 milyar. Biasanya bila tanah sudah terbeli, maka sisa dana sudah hampir tidak cukup untuk membangun rumah. Maka dicarilah jalan keluar yaitu rumah yang dibangun kecil-kecil saja dan sederhana saja.

Nah, sekarang untuk merencanakan rumah kecil sederhana tidaklah semudah yang diperkirakan. Jangan-jangan jadinya seperti rumah yang sedang dipasarkan didaerah dekat rumah saya, sudah sekian bulan hampir satu tahun dipasarkan belum laku juga. Waktu saya coba ikut lihat seolah-olah juga mau beli rumah, wah rencananya betul-betul hanya mengutamakan kemewahan, tapi kurang memperhatikan kenikmatan untuk yang tinggal dirumah itu nantinya. Waktu saya coba cari tahu penyebabnya, katanya karena perencanaan rumah itu banyak memperhatikan dan mengutamakan hong-sui. Bisa jadi betul demikian.
Jadi sekarang bila ingin membangun rumah kecil sederhana tersebut, disamping harus memperhatikan agar nantinya sipenghuni bisa merasa nikmat tinggal dirumah tersebut, juga hong-sui interior rumah itu tetap harus disesuikan sebaik mungkin. Saya akan coba membuat desein rumah kecil dan sederhana yang memenuhi syarat-syarat : bisa enak ditinggali nantinya dan memenuhi beberapa syarat-syarat hong-sui tertentu.

Untuk memenuhi syarat bangunan yang nikmat dan enak ditinggali diantaranya adalah adanya sirkulasi udara dalam rumah dan cukup penerangan baik dari depan maupun belakang. Jadi rumah tersebut harus terbuka depan dan belakang. Jangan seperti dua rumah yang sedang dipasarkan yang saya lihat itu, bagian belakang tertutup sama sekali, tidak ada cahaya maupun udara masuk dari belakang itu. Katanya itu sudah sesuai dengan hong-sui agar rejekinya tidak mengalir keluar lewat pintu belakang. Wah, wah, wah, jadi rupanya gara-gara mementingkan hongsui, lalu mengorbankan aliran sirkulasi udara dan cahaya dari bagian belakang rumah. Padahal untuk memenuhi kaidah hongsui cukup dibuat pintu depan dan pintu belakang jangan dibuat tepat berhadap-hadapan, tetapi dapat dibuat serong. Memang ada orang yang membuat pintu depan tepat berhadap-hadapan dengan pintu belakang agar aliran udara menjadi lebih lancar. Soal ini biarlah nanti saya jelaskan lebih lanjut pada gambar yang akan saya buat pada postingan yang akan datang.

Perlu dijelaskan disini bahwa rumah kecil yang saya bicarakan adalah rumah kecil diatas lahan yang kecil pula, dan itu biasanya mempunyai lebar tidak lebih dari 6.00 m hingga tidak memungkinkan dibuatnya jendela samping kiri maupun kanan. Persis sama dengan ukuran tanah rumah yang saya tempati sekarang.


Bila ukuran tanah lebih sempit lagi, misalnya hanya 5.00 meter atau bahkan hanya 4,50 meter dan panjang sekitar 15.00 meter, saya coba membuat deseinnya dibawah ini dan Anda bisa melihatnya. 


Add caption

Merencanakan Rumah Tinggal


Merencanakan rumah tinggal tidaklah mudah bila tidak mengetahui siapa penghuninya nanti. Sebaliknya, bila kita bisa mengasumsikannya siapa penghuninya nanti, maka akan mudah merancangnya. Akan lebih mudah lagi bila penghuninya nanti memang sudah ada orangnya, nah kita tinggal menanyakan kepadanya, rumahnya mau dibangun seperti apa, berapa lantai, berapa kamar tidur, mau ada garasi mobilnya atau car-port saja, dapurnya minta direncanakan bisa untuk ruang makan atau tidak. Pokoknya, segalanya bisa kita tanyakan, hingga arah rencana bangunan itu menjadi pasti, dan bisa selalu dikonsultasikan bila gambar rencananya sudah mulai terbentuk.

Bila kita harus merencanakan rumah tinggal tanpa kita tahu siapa penghuninya nantinya, kita harus pandai-pandai membuat asumsi atas dasar pengetahuan dan pengalaman kita selama ini. Jangan seperti apa yang baru-baru ini saya lihat, ada tiga rumah baru yang sedang dipasarkan dan saya sempat melihatnya bersama beberapa orang lain yang sedang mencari rumah. Wah, rata-rata menyatakan desain rumah tersebut tidak nyaman untuk ditinggali. Rupanya siperencana hanya mengandalkan rencana sendiri saja tanpa mengacu pada bangunan orang lain atau pendapat orang lain. Jadinya yah seperti itu, sudah banyak orang yang datang melihat, belum juga ada pembeli yang merasa cocok dan membelinya, padahal sudah hampir satu tahun rumah itu selesai dibangun.

Itu merupakan contoh konkrit, bila rumah dibangun tidak dengan rencana yang matang dan baik maka akan mempengaruhi pemasarannya. Seorang perencana bisa saja merencanakan rumah atas dasar imajinasinya, tetapi jangan lupa untuk meneliti kembali, apakah rumah tersebut bila sudah terbangun nantinya betul-betul enak dan nyaman ditinggali. Itu saja koncinya. Jangan hanya mengandalkan perasaan sendiri saja yang merencanakan berdasarkan keindahan melulu.

Saya akan mulai membuat rencana-rencana rumah tinggal, dimulai dari yang kecil-kecil dan sederhana. Rencana saya itu akan didasari pengalaman saya tinggal dirumah sendiri, lalu rumah kontrak dan terakhir rumah membangun sendiri dengan rencananya dibuat sendiri. Yang terakhir itu masih tetap saya tinggali karena sudah senang dengan rencananya yang membuat kita yang tinggal merasa nyaman tinggal dirumah ini. Meskipun sebetulnya rencana yang saya buat itu tidak sempurna betul, karena tidak sempat ditekuni waktu membangunnya. Tapi, ya itu, akan menjadi pengalaman berharga untuk masa-masa yang akan datang.

Dibawah ini saya coba muat gambar denah rumah kecil sederhana untuk Anda pelajari. Untuk lengkapnya sebetulnya harus ada juga rencana tinggi plapon, tinggi pintu dan tinggi jendela. Itu penting, karena dari situlah udara dan cahaya masuk kedalam rumah.






Desein Rumah Sederhana


Suatu hari istri mengajak pergi melihat rumah baru yang sedang dipasarkan. Letaknya lebih kurang 300 meter dari rumah sendiri, jadi jalan kaki saja bisa, maka saya penuhi ajakannya, sekalian ingin lihat-lihat bagaimana deseinnya.
Ini memang rumah terakhir paling tepi sebelah kanan yang belum laku terjual. Kalau dilihat dari luarnya saya kira boleh juga. Tapi setelah dibukakan pintu oleh perantara dan kita masuk, dari depan kebelakang, dari lantai 1, 2 hingga 3. Rasanya kok sempit dan agak gelap bila lampu tidak dinyalakan. Bentuk tanahnya memang banyak orang tidak suka, yaitu lebar bagisn depan dari pada belakang. Rumahnya sendiri dibangun dengan ukuran lebih kurang 4.00 meter kali 15.00 meter, dengan  samping kanannya ada kelebihan tanah lebih kurang 3.00 meter bagian depan dan1.50 meter bagian belakang.

Sebetulnya rumah itu dibangun seperti itu tidak masalah, asal desein interiornya dibuat lebih baik lagi, hingga mendatangkan kesukaan orang yang melihatnya. Dan orang yang akan membelinya akan merasakan nikmatnya tinggal dirumah kecil dan sederhana seperti itu, dan tidak seperti yang saya dan kita semua yang melihatnya merasakan ketidak nyamanannya bila kita harus tinggal dirumah seperti itu.

Saya tidak ingin menguraikan secara rinci apa saja kekurangan dari  desein rumah tersebut. Tetapi beberapa hal berikut rasanya perlu saya jelaskan secara sepintas agar diketahui oleh para peminat mengapa orang-orang yang melihatnya tidak satupun yang tertarik.

Baiklah, saya akan uraikan dulu poin-poin negatipnya dari bangunan rumah yang kita tinjau itu sebagai berikut :
1.   Tidak ada jendela yang menghadap keluar (kecuali yang menghadap kedepan). Dinding samping kanan dari depan kebelakang dan dari bawah keatas, tertutup rapat semua. Apakah mungkin ini karena peraturan tata-kota atau bagian perumahan, bahwa tidak diperbolehkan adanya bukaan jendela kesamping kanan, kalau kekiri memang tidak mungkin, karena rumah ini memang nempel dengan bangunan sebelah kirinya, yang juga merupakan bangunan rumah baru, yang sudah laku terjual.
2.   Dapur terletak dibelakang yang tidak ada bukaan jendela disamping atau belakang, dan bagian atap juga tertutup.
3.   Demikian juga dengan kamar tidurnya, kecuali yang terdepan, baik yang dilantai 1, 2 maun 3 ada jendela kearah depan. Kamar mandi / wc nya juga demikian.
4.   Desein tangganya sungguh tidak enak untuk orang naik turun ke lantai atas.

Rasanya tidak perlu lagi saya uraikan semua kekurangan-kekurangannya. Cukup disini saja dan untuk memberikan penerangan keruanganan yang ada, kita harus mengandalkan lampu, yang listrik PLN nya sekarang tidak murah lagi.

Nah, kalau saya disuruh memperbaikinya, terus terang tidak sanggup, kecuali dilakukan beberapa pembongkaran-pembongkaran besar, dan tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit. Saya lebih suka bila disuruh membangun rumah tersebut dari awal, termasuk desein-nya. Saya pernah jadi konsultan pelaksana untuk bangunan rumah tinggal teman saya, dimana desein renovasi dan pelaksanaannya oleh kawan saya yang kontraktor. Untuk itu saya tidak ikut campur dalam urusan desein renovasi tersebut. Saya murni hanya mengawasi pelaksanaannya apakah sesuai gambar atau tidak.

Saya kira lebih baik bila desein keseluruhannya saya yang kerjakan, sedang garis besar desein keseluruhannya ditentukan oleh owner yang membuat coret-coretan diatas beberapa potong kertas. Selanjutnya saya tuangkan dalam AutoCad yang saya print dalam ukuran A4. Yah, saya tidak punya printer yang lain kecuali printer Canon kecil itu. Tetapi itupun sudah berjalan dengan baik dengan hasil yang cukup baik juga.

Sebagai penutup saya lampirkan dibawah ini gambar sederhana denah bangunan kecil yang enak ditinggali. Mudah-mudahan dapat Anda manfaatkan.




22 November, 2016

Bangunan Rumah Sederhana


Suatu hari teman saya datang kerumah saya minta tolong dibuatkan gambar bangunan sederhana diatas tanah yang baru dibelinya. Dia sudah panggil mandor bersama anak buahnya untuk membangunkan rumah sederhana tersebut. Tapi mandor itu tidak sanggup dan menanyakan gambar bangunannya mana, mau satu lantai, dua lantai atau tiga lantai. Teman saya bilang belum ada gambarnya. Maka dia datang pada saya minta tolong. Saya kasih tahu dia bahwa membangun rumah tidak boleh sembarangan, mesti ada ijin bangunannya. Saya kasih tahu dia, bahwa saya akan buatkan gambar bangunan sesuai yang dikehendaki, lalu dia harus bawa kekantor Kecamatan untuk minta dibuatkan ijin bangunannya, berapa biayanya harus dibayar dulu.

Itulah, bila kita ingin membangun rumah, entah di desa atau pun di kota, apa lagi di Jakarta, ibu kota kita, kita harus memiliki IMB atau Ijin Mendirikan Bangunan. Peraturan IMB di DKI pada tahun 2010 daerah rumah tinggal, hanya diijinkan membangun 2 (dua) lantai, tetapi dengan biaya ekstra kita bisa membangun 3 lantai. Tahun 2014, secara resmi kita bisa mengajukan ijin untuk membangun 3 lantai. Lebih jelasnya mengenai ini, kita harus pergi ke tata kota untuk mendapat penjelasan mengenai tata cara ijin bangunan tersebut.

 Itu adalah hal-hal mengenai bangunan sederhana. Sedang untuk bangunan mewah dan besar seperti Mall dan sebagainya, ada peraturan khusus untuk itu. Saya tidak ingin membicarakan hal tersebut disini sekarang.


Dibawah ini saya lampirkan gambar-gambar bangunan sederhana secara garis besar saja. 













Mudah-mudahan gambar desein denah rumah sederhana diatas bisa menbantu Anda yang bermaksud membangun rumah tinggal yang Anda cita-citakan. 


Kenyamanan Tinggal di Sebuah Rumah

Kenyamanan tinggal di sebuah rumah sama sekali tidak harus tergantung kepada kemewahan rumah ataupun besarnya rumah. Memang sekarang ini kita bisa menlengkapi sebuah rumah dengan macam-macam perlengkapan agar menjadi nyaman tinggal dirumah tersebut. Tetapi itu artinya biaya yang harus kita keluarkan menjadi bertambah. Disamping biaya pengadaan lampu-lampu dan air-conditioning, juga biaya pemakaian listrik waktu rumah sudah selesai dan ditinggali.

Yang saya mau ceritakan adalah kenyamanan yang Anda peroleh secara wajar dan alami. Rumah tidak harus besar, karena bila Anda berada dalam rumah maka pergerakan Anda juga menjadi terbatas. Anda tidak akan main bola atau bulu tangkis dalam rumah Anda, yah rumah Anda yang utamanya adalah untuk Anda tinggal. Jadi setelah pulang dari kerja, maka yang Anda butuhkan adalah istirahat. Dan rumah Anda itu harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Dan untuk itu, rumah tidak harus besar. Anda tidurpun cukup didalam kamar tidur dengan tempat tidur yang nyaman ditiduri. Setelah Anda lelap tidur dengan mata terpejam, Anda tidak akan melihat ruangan tempat Anda tidur, kan? Apa lagi seluruh rumah Anda. Yang Anda perlukan adalah kenyamanan Anda tidur, bila mungkin udara dalam kamar adalah sejuk secara alami, atau maksimal dengan kipas angin. Bila terpaksa sekali, bolehlah dengan sebuah AC ukuran kecil. Sama juga bila Anda ingin istirahat, membaca koran atau buku, maka yang diperlukan adalah sebuah ruangan yang terang secara alami tanpa bantuan lampu. Demikian juga udaranya, sejuk secara alami tanpa bantuan kipas angin ataupun AC.

Nah, rumah demikianlah yang sebetulnya banyak diidamkan orang. Sedangkan untuk mendeseinnya boleh dibilang susah-susah mudah. Buktinya banyak arsitek merencanakan bangunan rumah haruslah dilengkapi penerangan listrik dan penyejuk udara AC. Ada sih yang bisa merencanakan rumah sederhana yang diminta oleh pemilik rumah. Nah, disinilah seorang arsitek harus kreatif merencanakannya, hingga order pemilik rumah bisa terpenuhi.

Pendidikan saya bukanlah arsitektur tetapi teknik sipil, jadi adalah sedikit-sedikit hubungannya dengan arsitektur. Terutama waktu membangun sebuah rumah yang didesain oleh seorang arsitek, saya harus mengerjakannya sesuai permintaan dalam gambar tersebut. Hingga lama kelamaan menjadi tahu dan mengerti bagaimana rencana rumah yang bagus.

Bagus dan indah belum tentu nyaman ditinggali. Dan untuk itulah saya mulai dengan ide-ide saya yang saya terapkan pada rumah saya sendiri.

Dalam rumah saya sejak pagi jam 07.00 hingga sore jam 17.00, baik di ruang tamu, ruang makan/keluarga maupun di ruang duduk tempat biasa saya duduk, tidak perlu saya nyalakan lampu sudah cukup terang dari sinar matahari, dan cukup sejuk hingga tidak perlu saya nyalakan fan atau kipas angin saya.

Postingan saya selanjutnya akan berkisar pada desain rumah sederhana, yang bisa Anda lihat-lihat untuk referensi. Mudah-mudahan bisa membantu Anda yang mengidamkan sebuah rumah mungil, sederhana tapi nyaman ditinggali.
Bila Anda masih ada yang hendak ditanyakan, silahkan saja menghubungi saya.